Hari Selasa kemarin, kelompok teroris Da‘isy memancung kepala Syaikh Mahmud Hasan, imam dan khatib Masjid Al-Nur di daerah Faruq, Mosul. “Dosa” imam masjid ini adalah lantaran ia enggan mengajak kawula muda untuk bergabung kepada Da‘isy.
Da‘isy baru menyerahkan jasad Syaikh Mahmud Hasan kepada kedokteran forensik Mosul tiga hari setelah dipenjarakan.
Menurut pengakuan seorang sumber, bekas-bekas peluru terdapat di kepala dan dada Syaikh Mahmud. Bekas-bekas siksaan juga nampak jelas di tubuhnya.
Sebelum ini, Da‘isy meminta kepada Syaikh Mahmud di khutbah Jumat supaya mendorong kawula untuk bergabung dengan kelompok teroris tersebut. Akan tetapi, ia menolak.
Sudah berkali-kali militan teroris Da‘isy memancung para imam masjid Mosul. Dengan fatwa-fatwa buatan, mereka juga melarang penegakan salat di beberapa masjid kota ini.
(Syafaq-News/Shabestan/ABNS)
0 komentar:
Posting Komentar