8 Februari 1989: Montazeri Nilai Gagal Revolusi Islam Iran


Revolusi Islam Iran telah gagal memenuhi janji yang diucapkannya 10 tahun lalu, dan terus dirongrong oleh masalah korupsi dan perpecahan. Demikianlah pernyataan Ayatollah Hossein Ali Montazeri, mullah yang disebut-sebut sebagai calon pengganti pemimpin spiritual Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang disiarkan hari Senin.

Montazeri selanjutnya menegaskan, sikap mementingkan diri dan kelompok, tidak toleran, ekstremisme, monopolisme, ketidakadilan, kurangnya profesionalisme, tidak mempedulikan rakyat dan nilai revolusi, telah merugikan Revolusi Islam, yang dilancarkan sejak tahun 1979.

“Tentu saja generasi muda yang berani dan revolusioner dihadapkan pada kenyataan bahwa terdapat jurang pemisah yang besar antara apa yang mereka peroleh dengan janji yang disampaikan kepada mereka,” kata Montazeri, yang dikutip kantor berita Iran IRNA.

Tetapi Montazeri selanjutnya menyatakan, jika seseorang melihat adanya ketimpangan, ketidakjujuran, dan inkompentensi, maka tidak perlu ia merasa kecewa. Montazeri mendesak 48 juta penduduk Iran supaya tetap berharap.

“Jika kita tidak mampu melaksanakan seluruh slogan dan tujuan revolusi, kita tidak perlu kecewa. Seseorang harus mancari sebab kurangnya sukses dan memikirkan bagaimana harus berbuat.”

Kecaman Montazeri, yang dianggap paling keras di kalangan pemimpin Iran, dikeluarkan di tengah-tengah rakyat Iran merayakan 10 tahun pecahnya revolusi. Perayaan itu dimulai tanggal 1 Februari lalu dan berakhir tanggal 11 Februari mendatang.

Montazeri juga menyinggung peranan Pemerintah Republik Islam Iran. Menurut calon pengganti Khoemini ini, kekuasaan tidak boleh menimbulkan kerugian. “Kekuasaan negara adalah alat untuk mewujudkan keadilan, kesamaan, dan nilai-nilai kemanusiaan lainnya.”

Ia juga mengingatkan, berbagai problem domestik akan sulit dipecahkan jika tidak segera diselesaikan pada waktunya. “Jika semuanya ini tidak dicegah sebelum terlambat, maka semuanya sulit diatasi lagi,” kata Montazeri.

Kecaman terbuka terhadap Revolusi Islam ini merupakan yang pertama dikeluarkan oleh pimpinan Iran. Selama ini kecaman hanya datang dari oposisi yang bergerak di bawah tanah atau para pelarian politik Iran di luar negeri. Sebaliknya, penguasa Iran secara romantisme memuji-muji revolusi yang sudah berusia 10 tahun itu, bahkan mereka terus berniat mengekspor Revolusi Islam ke negara-negara lain .

Montazeri mungkin salah satu pemimpin Iran yang merasa perlu menilai secara objektif revolusi yang sudah berlangsung 10 tahun itu. Secara ekonomi, kehidupan rakyat Iran sesungguhnya tidak lebih baik dari era sebelum revolusi ketika sistem monarki masih berkuasa.

Hambatan pembangunan ekonomi Iran tidak hanya disebabkan oleh situasi khaos revolusi, tetapi terutama oleh perang dengan Irak yang pecah bulan September 1980. Perang yang berlangsung delapan tahun itu sampai tercapai gencatan senjata Agustus 1988 menghancurkan segala instalasi ekonomi seperti kilang minyak, industri, pabrik, dan jalan raya yang menjadi nadi kehidupan ekonomi.

Iran kini harus membangun kembali puing reruntuhan perang. Sementara itu, trauma perang merasuki kehidupan setiap keluarga, terutama yang kehilangan anaknya di medan laga.

Sementara, dari segi politik, revolusi itu telah mengganti sistem monarki Shah dengan Republik Islam Iran. Tetapi, bentuk pemerintahan Islam itu belum berhasil melaksanakan keadilan sebagaimana disinggung Montazeri.

Montazeri adalah orang yang disebut-sebut sebagai pengganti Imam Khomeini, yang kini sakit-sakitan dalam usia 88 tahun. Tetapi, jalan Montazeri ke posisi puncak sebagai pemimpin spiritual untuk mengarahkan revolusi mendapat tantangan dari Presiden Ali Khamenei dan Ketua Parlemen Hashemi Rafsanjani yang juga berambisi menggantikan Khomeini.

(AFP/Reuters/Kompas/Diskusi-Kliping-Iran/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Ditulis Oleh : Unknown ~ Pada Sabtu, 20 Agustus 2016

Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel kami yang berjudul 8 Februari 1989: Montazeri Nilai Gagal Revolusi Islam Iran. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Anda dipersilakan copy paste berita ini dengan mencantumkan url sumber : https://abnsnews.blogspot.com/2016/08/8-februari-1989-montazeri-nilai-gagal.html

Subscribe for latest Dunia Penuh Berita


0 komentar:

PROFIL ABNS